19 May 2006

Membuat Kompos

Seorang teman, CB, bilang kepadaku, "Mbok ya diterangkan bagaimana cara membuat kompos ala kamu, gitu. Agar semua orang percaya kamu itu memang enggak cuman cuap-cuap doang!". Aku pikir, ada baiknya juga. Berikut adalah langkah sederhana membuat kompos yang sangat tidak memerlukan daya yang besar. Sungguh!

1. Siapkan Reaktor Kompos (Komposter)
Ketika aku pindah ke Cimahi sebulan yang lalu, reaktor yang telah kubuat setahun yang lalu kubawa serta. Reaktor ini adalah wadah yang terabut dari PVC, drum berukuran kira-kira 1 m-kubik. Walaupun reaktor komposku terbuat dari drum PVC (seperti yang terlihat pada Gambar di atas), sebenarnya reaktor ini bisa dibuat dari apa saja. hal yang paling penting untuk diperhatikan adalah, reaktor ini harus memiliki sistem ventilasi yang bagus. Reaksi pengkomposan adalah memang jenis reaksi yang memerlukan udara. Jika reaktor ini tidak memiliki sistem ventilasi yang baik, proses pembusukan yang terjadi juga akan menghasilkan bau busuk akibat dari pembentukan amoniak dan H2S.

2. Persiapan Bahan Organik
Siapkan bahan (atau sampah) organik yang akan dikomposkan. Sampah organik yang disiapkan bisa berasal apa saja, misalnya dari sisa sayuran, nasi, atau potongan-potongan tanaman dari kebun. Agar kompos tidak berbau, hindari memasukkan daging, tulang dan minyak. Sebelum dimasukkan ke dalam reaktor kompos, bahan-bahan tadi sebaiknya dipotogn kecil-kecil agar proses dekomposisinya menjadi lebih cepat dan lebih sempurna.

Proses pembusukan atau dekomposisi memerlukan bakteri pengurai. Jadi, alangkah baiknya jika bahan-bahan tadi dicampur terlebih dahulu dengan sumber bakteri pengurai sebelum dimasukkan ke dalam reaktor kompos. Sumber bakteri pengurai yang paling mudah didapat adalah pupuk kandang (kotoran ternak). Bakteri pengurai yang dapat digunakan untuk membantu proses pengomposan juga dijual di toko-toko penjual pupuk. Salah satunya adalah EM4 (Effective Microorganism 4) yang aku beli di Cihideung seharga Rp. 15000,- sebotol berukuran 1 liter.

3. Siram dan Aduk
Agar proses pengomposan berjalan dengan sempurna, media harus mengandung kira-kira 50% air. Jadi jangan lupa untuk selalu menyiram media kompos ini setiap hari dengan air secukupnya. Bila perlu, bolak-balik media kompos setiap hari agar proses aerasi berjalan sempurna. Selama proses pengomposan, sering kali lalat menjadi masalah yang menjengkelkan. Oleh sebab itu, kuusahakan agar setiap lubang di reaktor komposku kututup dengan kawat kasa. Bila bau tak sedap keluar, tambahkan air dan EM4, dan bau segera menghilang. Jika proses ini berjalan dengan baik, setelah 5 hari volume sampah yang dimasukkan akan menyusut kira-kira menjadi hanya 25% dari volume awalnya. Jadi untuk skala rumah tangga, reaktor kompos berukuran 1 m-kubik sudah lebih dari cukup.

4. Panen
Kompos siap dipanen setelah diproses kira-kira 2-3 minggu, bergantung pada tahap pemrosesnya. Pada reaktor komposku, sengaja kubuat sebuah sistem sederhana sehingga proses pemanenan kompos dilakukan dari dasar reaktor. Kompos yang diperoleh adalah lumpur hitam yang mengandung air kira-kira 50%. Sehingga, untuk mendapatkan kompos kering, lumpur tadi harus dijemur. Biasanya, lumpur yang kuperoleh langsung kupakai sebagai media tanaman di kebunku. Jadi tidak perlu dijemur dahulu.

Mudah, kan? Sederhana dan jauh lebih sehat. Sejak setahun yang lalu, aku tidak pernah lagi membuang sampah organik. Sampah organik yang kuhasilkan, kupakai sendiri.

Moga-moga CB puas! :-)

36 comments:

Chandra said...

Ini kan kalo sampahnya ga ada tulang, minyak, daging, n bahan2 inorganik, nah biasanya kan sampah2 bahan makanan sudah tercampur antara tulang, nasi etc etc. Bagaimana penanggulangannya ya? Bisakah langsung dikubur di pekarangan?

Anonymous said...

sy denger anak unisba rame2 melakukan pengomposan sampah yg bertumpuk di sekitar jln puter.

asik juga ya!

anak unisba byk tau gimn ngompos, sdg ank tl itb cuma tau gmn ujian hari ini?

hohohoho

villier said...

trims infonya tentang membuat kompos...., memang pada dasarnya mudah dan sederhana ya untuk membuat kompos itu. yang agak susah adalah membuat setiap orang tidak jijik untuk terjun langsung membuatnya... hem maklumlah ada beberapa orang yang gengsi atau alergi thdp tanah dan jg alergi dgn yang kotor-kotor, apalagi dgn "sampah masyarakat" ok!
Padahal mereka berjalan diatas tanah....jg berjalan melewati sampah-sampah disekitar masyarakatnya....sekarang tuh lihat aja di bandung....
hemm

Harry said...

Memang, agar proses pengomposan di rumahku tidak berbau, tulang, minyak dan daging tidak termasuk "bahan baku" kompos :). Bahan-bahan inorganik tentu saja termasuk bahan haram yang digunakan sebagai bahan baku kompos. Lho yang seperti ini kan aku belajar dari mas Tjandra (TK ITB) ;-).

tosa said...

Hi,
Saya lagi nyari nih spek teknis buat komposer, saya liat punya anda lumayan simpel. boleh ga di tulis lengkap speknya seperti apa.


Thanx

Tosa

Anonymous said...

Lumayan sederhana tehnik yang diajukan, krn semua bersifat aplicable disemua kondisi areal. Hanya saja bagi orang awam,komposisi campuran perlu diberitahu, seperti bhn mikroorganisme yang hrs dicampur berapa banyak, bagaimana menanggulangi sampang yang inlet nya setiap hari sementara proses berlangsung pada saat yang sama, apakah dikumpulin dulu. Kemudian proses dilakukan setelah terkumpul sesuai dengan volume tabung yang disiapkan.
Jadi akan lebih menyenangkan bagi orang pemakai bila detail tersaji.
Tapi salut akan idenya, salam dan sukses.

Anonymous said...

hai walau telat tapi tak mengapa.
saya wulan, boleh donk saya bertandang ke rumah mas harry, saya ingin instalasinya, boleh donk berguru....
e-mail ku iwuy@telkom.net
thanx alot

iwuy

Anonymous said...

mas harry, saya zia dari biologi. Mau nanya2 tentang keefektifan pembuatan kompos ini.Boleh nggak? Untuk tugas kuliah. kalo boleh ntar saya ke tekim aja. ntar kalo boleh janjiannya tolong di kirim lewat email aja. emailku aziziapermatasari@hotmail.com. makasih.....

joe said...

Kompos yang baik adalah yang dalam prosesnya bisa mencapai suhu 55 Celcius minimal selama 3 hari, Sehingga mikroorganis berbahaya bagi manusia dan tanaman bisa berkurang. Dan kompos aman untuk dipakai. Coba deh... diukur suhunya.. bagus bila suhunya tinggi itu tanda dekomposisi bahan organiknya sangat cepat.

syamiim said...

Assalamu'alaykum
boleh minta info detail cara membuat reaktor komposmu? bahan, dimensi, harga, step per step (kalo ga merepotkan)
insyaAllah mau coba praktikin sendiri& warga sekitar rumahku juga tertarik.
oia, bli si em4 di cihideung, tepatnya dimana alamatnya? toko apa?
tolong kirim ke syamiim.al@gmail.com ya
thx b4. semoga jadi amal shalih
barakallahufiyk

rini1557 said...

aku sudah mulai membuat kompos dirumah. tidak menggunakan komposter, tapi menggunakan trash bag biasa supaya lebih ringan biayanya.

dewi said...

Assalamu'allaikum...
wahh....
kyanya aku taunya telat banget ya?!aku dewi, dari Lampung. boleh tanya-tanya tentang komposter mas harry kan??? biasanya kan sampah2 bahan makanan sudah tercampur antara tulang, nasi, daging,minyak, dll. Bagaimana penanggulangannya ya??
dan apa bahan bakunya bisa ditambahkan setiap hari???
kalau boleh aku minta detail alat, bahan, dimensi, harga, dan step by step, juga bahan2 yang ditambahkan.aku pengen praktek sendiri di rumah.
tolong balas ya, emailku:dw_za_06@yahoo.com
thx bnyk sebelumnya.
aku tunggu ya ^_^

ElangMaya said...

Bisa minta ancer-ancer tukang jualan EM4 di cihideung ? aku baru dari sana tapi ndak nemuin yang jualan EM4 euy malah ndak ada yang tahu. Atau tempat jualan EM4 atau bokashi di bandung yang lainnya. Pake japri aja yah ke sugeng dot widodo at gmail dot com.

Nuhun pisan

Anonymous said...

makasih ya mas infonya,
info ini akan saya gunakan untuk kir di sekolah saya
doakan saja berhasil
saya pakai sampah makanan

kalau ada saran tolong kirim aja ke arg_4129@yahoo.com

makasih

BRESCIA Laundry Kiloan said...

musim hujan tiba..pakaian tidak kering dan bau??? jangan panik,kami solusi tepat untuk itu. Rp.4000/kg (2-3hari) Rp.7500/kg (1hari) minimal 5kg karena proses pencucian tidak dicampur dengan customer lainnya, pencucian dengan mesin outomatic yang bisa diatur sesuai dengan bahan pakaian. layanan antar jemput gratis untuk pusat kota bandung. 022 92475450 // 085220561310 http://brescialaundry.blogspot.com

Anonymous said...

keren uy!! Mau banget bisnis kompos, lumayan...nyelamatin lingkungan plus dapat money jg=D tapi minta detilnya dunk, soale secara aku awam banget dalam hal ini. nah,,,intinya mah ditunggu info bikin kompos khusus untuk orang yang tak tau menau di mein_soul46@yahoo.com. thx b4...

"StEf'Z" said...

wizz mang keren,..skrg kesadaran masyarakat ud tinggi...bgt jg gw,gw ud coba membuat kascing/bekas cacing..nah sekarang gw pgn nyoba bwt bikin kompos...tp bingung gmn bwt tongnya...tlg detailin dong...kirim ke email ogud di stefano_fox9@yahoo.com
plissssss.....
cayo INDONESIA go GREEN

agung said...

from agung -pati centarl java
gimana klo blog ini tak buat karya ilmiah dan dilombakan boleh to

Anonymous said...

bagus banget tuh bagi2 ilmu apalagi bagi2duit.he..he.he.
sampah memang banyak terus tapi ternyata bisa bermanfaat juga.Let's green our world. Saya biasa nanam pohon 20 buah tiap hari senin.Ikutan dong! Makasih ya

Anonymous said...

Kalo boleh saran. Jika timbul bau sebaiknya reaktor dibuka dan diaduk-aduk agar udara masuk. atau harri bisa tambah saluran udara. bau yang timbul kemungkinan disebabkan karena areasi yang kurang sehingga proses penguraian yang terjadi adalah proses anaerob (tanpa oksigen). penambahan air sebenarnya akan mengurangi aerasi. mungkin bau hilang karena teraduk atau udara masuk sewaktu memasukan air atau EM4.ini baru dugaan maaf bila salah

Cicie' said...

Saya 'working mommy' yang baru saja mulai mengelola sampah RT sendiri. Browsing sini browsing sana, ketemu blog-nya Mas Harry, dari semua cara membuat kompos yg saya temukan ternyata blog Mas Harry paling infomatif, tks banget utk sharing-nya ya.. Gud Luck!

Anonymous said...

mas, saya ratih, beberapa waktu lalu teman saya bilang kalo tulang2an masukin aja ke dalam adonan kompos... trus dia pake keranjang gede kayak tempat naro cucian buat naro adonan komposnya.. bagusnya komposnya tu ga bau.. pas saya buka keranjangnya, dia tambahin sekam yg dibuat kayak bantalan pas di atasnya..
saya gak tau juga c apa itu bisa jadi solusi kalo komposnya bau..
gimana mas?

>budi< said...

Pa hari, saya tinggal di Bogor, perumahan kami pun mempunyai masalah dengan sampah. Beberapa dari kami mempunyai pemikiran untuk membuat kompos dari sampah. Tapi kami masih hijau, belum punya pengalaman. Kami berharap Bapak mau memberi masukan, terima kasih.

>budi< said...

Pa Harri, boleh saya minta desain reaktor kompos yang ada dalam foto? saya mau memraktekkannya dengan beberapa teman, dalam upaya menanggulangi sampah. terimakasih

Kana said...

tolong di update lagi kasih gambar desain reaktornya dong, biar bisa kita tiru.
trims

rafflesia said...

menarik sekali...
kami berminat untuk membuat kompos,berapa biaya yang dibutuhkan untuk merakit tong nya....

Aono Miyamura said...

Halo.Tolong beritahu dimana kita bisa membeli reaktornya.

niek said...

bisa juga kan reaktor kita buat dari kotak bambu ukuran 1m kubik, trus kalo sampahnya rumput2 apa ga usah di cacah2 lagi gimana?

Anonymous said...

kbetulan di perusahaan sya sdang melakukan hal yang sama...apa jd jika campuran antara air,bhan organik,air dll tdak tepat???

griya muslim-herbal&kitab said...

kang, tolong detil info cara buat komposternya dong....thanks

Santo said...

Bagus bwt lingkungan nih !!
Tolong detil komposternya !!

Sumanto
Silvero_Cokronegoro@yahoo.co.id

Learnmore said...

artikel yang bagus dan bermanfaat. Saya juga praktekkan membuat kompos di rumah. Thanks for the info.

ikhwan said...

assalamu'alaikum..
yg sudah dapat detil cara pembuatan kompos, mohon dishare juga ke saya. kirim ke ikhwan.ajabar@yahoo.co.id

saya belum ngerti detil pembuatannya, mulai dari penyediaan media yg sesuai dll.

salam
ikhwan

Irma said...

Saya lagi cari cara termudah buat pupuk kompos ini. Yang saya bingung kan.... knapa ditambah air? bukannya sampah bukannya jadi pupuk malah akan jadi cepat busuk?
Di contoh2 lain justru malah ditambahkan kapur/bubuk gergaji/keras yg disobek2 agar sampahnya tidak basah. Jadi yg mana yg bner, nich?
Oya... klo sampahnya sedikit dan tak ada lahan, apa bisa membuat komposnya d botol bekas air mineral? Lalu klo pke cacing gimana caranya ya?

Anonymous said...

Yaaaah ketinggalan deh goa..... Tapi gak pa2 deh dari pada nggak nimbrung sama sekali....
Gua pernah baca tuh buat kompos dengan starter E4, prinsipnya buat kompos itu ada 2 cara yang mudah yaitu sistim aerobic seperti yg di gambarkan agan Harry yg baik. dan satu lagi dengan sistim anaerobic atau sistim tertutup utk menghindarkan bau busuk. Caranya gak jauh beda deh dg cara agan Harry buat. drum pvc diisi sekitar 75 persen cairan(EM4 1:10) + bahan kompos diaduk rata dan tutup rapat. Ingat buka 2 hari sekali karena akan timbul biogas. kompos akan siap pakai setelah seminggu atau dua minggu dg bau tapai alias peuyeum. asyik deh. kakau mau memanfaatkan biogasnya, perlu design khusus pada penutup drum yaitu alat pengukur tekanan gas dan pipa penyalur dan tabung gas serta vaccum gas.
coba deh temen yang tau proses ini tolong di uraikan.
dulbahlul at live dot com.

berbagi said...

mas, jika mau di produksi dalam usaha besar berarti di butuhkan alat-alat yang memadai, dmn dapat saya temukan alat-alat tersebut.