24 May 2007

Analisis Teknologi Ekonomi, dan Sosial Industri Informal Daur Ulang Sampah di Kota Bandung

Berikut adalah sebuah abstrak penelitian bagaimana mahasiswa ITB ngeh terhadap permasalahan sampah di kota Bandung. Adalah Bainah Wati, seorang mahasiswa Departemen (sekarang Program Studi) Teknik Industri - ITB yang melakukan penelitian ini, yang berjudul "Analisis Teknologi Ekonomi, dan Sosial Industri Informal Daur Ulang Sampah di Kota Bandung". Tanpa minta ijin kepada penulisnya, dan pembimbingnya, saya beranikan diri saja mempublish abstrak penelitiannya. Simaklah.

Sejak jaman kehidupan primitif, manusia dan hewan telah menggunakan sumber daya alam bumi ini untuk mendukung kehidupannya dan untuk membuang sampah. Alam memiliki kemampuan untuk menurunkan kadar, menyerap, menetralkan, menguraikan, dan cara-cara lain untuk mengurangi akibat pencemaran di udara, air, dan tanah. Tetapi sejak terjadinya ketidak-seimbangan ekologi sebagai akibat pembuangan sampah yang melebihi ambang batas kemampuan alam untuk mengolahnya dan menjadikan kemampuan alam untuk mengolah sampah ini sangat berkurang, manusia sebagai penghasil sampah terbesar harus turun tangan untuk mengelola sampahnya agar tertangani dengan baik.
Strategi pengelolaan sampah harus merupakan strategi yang dimulai pada tempat di mana sampah dihasilkan sampai tempat di mana sampah diolah dan dibuang. Minimasi sampah dapat dilakukan melalui upaya 3R, yaitu Reduce (mengurangi sampah yang dihasilkan), Reuse (menggunakan kembali barang yang masih berguna), dan Recycle (mendaur ulang sampah menjadi produk baru).
Daur ulang merupakan faktor penting dalam membantu mengurangi permintaan terhadap sumber daya dan sekaligus mengurangi jumlah sampah yang harus dibuang ke tempat pembuangan akhir (landfill). Daur ulang memiliki potensi yang besar untuk mengurangi timbulan sampah secara berarti dan dengan demikian juga mengurangi biaya untuk transportasi, pengolahan, dan pembuangan akhir. Keuntungan daur ulang juga diperoleh dari nilai produk hasil daur ulang itu sendiri.
Potensi daur ulang belum sepenuhnya terwujud karena berbagai permasalahan, baik dari segi teknis operasional, ekonomi, teknologi, regulasi, serta kondisi sosial masyarakat. Agar permasalahan tersebut dapat terpecahkan, persoalan harus didudukkan dalam kaitan dengan pihak atau pelaku yang terlibat dalam sistem pengelolaan sampah dan hubungan di antara para pelaku tersebut.
Penelitian dilakukan terhadap industri informal daur ulang sampah dan rumah tangga di kota Bandung. Pengumpulan data primer dilakukan melalui observasi, kuesioner, dan wawancara. Responden yang dilibatkan meliputi : pemulung, lapak, dan bandar - baik di TPA maupun di daerah permukiman - sebagai pelaku industri informal daur ulang sampah; praktisi dan institusi yang terkait dengan pengelolaan sampah perkotaan; serta 400 rumah tangga se-kota Bandung sebagai pihak penghasil sampah utama.
Daur ulang merupakan cara pengelolaan yang paling optimal sekaligus menjadi usaha yang layak secara ekonomis di tingkat informal. Daur ulang ini akan berjalan secara maksimal jika ditunjang oleh pemilahan sampah di sumber (source separation) yang baik dan benar, sekaligus dimantapkan dengan sistem pengelolaan sampah formal yang mendukung, termasuk dari segi dasar hukumnya.

2 comments:

Say said...

Boleh dikirimkan ke saya hasil penelitiannya, terima kasih.

rose said...

lumayan buat referensi tugas akhir, boleh dikirim hasil penelitian "analisis teknologi ekonomi, dan sosial industri informal daur ulang sampah di kota bandung"-nya? terima kasih..